Esensi Molymod

by - 11:41 AM

            Guru Kimia kami bernama Ibu Padma. Orangnya bertubuh kecil dan rapuh. Bingkai kacamatanya pun tidak jauh dari perawakannya yang tipis. Rambut beliau mengembang keriting dengan beberapa helai rambut putih mengintip dari sela-sela.  

Ibu Padma orangnya sangat halus, suaranya bagaikan angin yang menerpa dedaunan

Ibu Padma orangnya sangat halus, kehadiran beliau tidak terasa akibat langkah kakinya yang pelan dan gemulai

Ibu Padma orangnya sangat halus, resonansi suara beliau hanya bisa ditangkap oleh lumba-lumba

 Suatu ketika kelas kami mengadakan praktek pelajaran Molymod. Molymod merupakan plastic berbentuk bulatan-bulatan yang dihubungkan oleh batangan. Guna praktek ini sebenarnya untuk menjelaskan mengenai partikel dalam dunia kimia yang entah akan dipakai oleh siapa dari kelas ini. Tetapi demi daftar absensi dan juga nilai kenaikan kelas, murid-murid hanya duduk dengan baik sambil mencoba meraba-raba mainan yang diibaratkan seperti lego. Dalam praktek kimia itu, terdapat juga alkohol untuk proses membakar, dan beberapa alat lainnya

            Satu persatu murid berguguran berdasarkan hitungan menit sementara Ibu Padma sibuk berbisik-bisik dengan dirinya sendiri dengan harapan suara tersebut dapat tersampaikan dengan baik di kuping dan di hati murid-murid kesayangannya.

Steven merupakan salah satu murid yang ajaib di kelas dan tidak bisa diam. Perawakannya tinggi besar dan menggunakan kacamata bulan seperti Dumbledore. Murid-murid curiga Ibu Steven memakan piring kwetiauw lonjong karena wajah Steven yang disproporsional. Praktikum Kimia ini dilakukan berdua-berdua dengan teman semeja. Steven yang hiperaktif karena ada darah piring kwetiauw yang panas, sibuk berbincang dengan Krisna, murid berisik yang duduk di belakangnya. Partner Steven yang pasrah pun hanya dapat mengelus dada dan mempelajari praktikum ini sebaik-baiknya

“Jadi begitu Kris.. Tolol ya” Ujar Steven sambil tertawa bagaikan Spongebob

“Iya tolol banget hahaha! Eh.. Lo cium ada bau apa gak?” Krisna mengeryitkan matanya

“Hah bau apa? Gua gak kentut kok”

2 manusia ini pun sibuk mengendus-ngendus bau yang datang sampai Krisna memecahkan keheningan sesaat mereka

“STEV!!! KEBAKAR!!”

“Hah Kebakaran? Di mana Di mana?”

“TANGAN LO KEBAKAR TOLOL!!!”

“ANJIRRRR!!!!!!”

Steven yang shock dan panik hanya mampu melambai-lambaikan tangannya ke udara, seakan meminta pertolongan dari murid-murid madesu di sekitarnya. Sayangnya semua murid hanya bisa melihat adegan sambil terpukau

“Akhirnya gue bisa lihat adegan kayak di film Jackie Chan di sini” merupakan reaksi yang tidak halal dibicarakan sehingga murid-murid hanya bisa menutup mulut dan beropini dalam hati

“IBU!!! Steven Kebakar bu!!!” Krisna sebagai teman yang bertanggung jawab pun berteriak meminta tolong ke Ibu Padma

Satu kelas tertuju pada kobaran api biru di tangan Steven. Steven menggeliat bagaikan cacing kepanasan di taman. Prihatin merupakan kata yang tepat terhadap teman yang tolol. Ibu Padma datang tergopoh-gopoh dan berbisik sambil membenarkan kacamatanya dengan panik.

“Mana yang kebakar mana?”

Krisna menunjuk Steven yang disambut teriakan pelan dari Ibu Padma

“Selamatkan molymodnya!!!”

Suasana hening sejenak



Ibu Padma orangnya idealis, uang dan alat-alat kimia mahal tidak berarti baginya
Ibu Padma orangnya idealis, nyawa murid mungkin hanya merupakan sebuah partikel kimia yang dapat disambung-sambungkan bagaikan lego molymod

Ibu Padma orangnya idealis, data penelitian merupakan yang terpenting pada akhirnya

You May Also Like

0 comments